TERDIS Serbuk Pembasmi Rayap


TERDIS | Obat Anti Rayap | Serbuk Pembasmi Rayap - Rayap memang sangat mengganggu sekali kalau sudah ada dirumah kita, karena sifat rayap yang berkoloni membuat kita sulit sekali mengusirnya. berbagai macam obat pembasmi rayap hanya mampu membunuh rayap yang kelihatan dipermukaan saja, sedangkan pasukan serta koloni-koloninya tidak mampu kita lenyapkan, apalagi yang namanya ratunya yang biasa disebut dengan queen of termite, sangat sulit sekali dilenyapkan karena queen of termite tersebut jarang sekali muncul dipermukaan bahkan tidak pernah muncul. Salah satu cara membasmi rayap adalah dengan cara pengeboran dengan memancing umpan-umpan tertentu dengan biaya yang sangat mahal bisa berjuta-juta bahkan puluhan juta rupiah sekali action. lah disini kita menawarkan produk yang lain daripada yang lain, TERDIS anti rayap yaitu serbuk pembasmi rayap berupa umpan yang disemprotkan pada area jalur rayap, rayap yang terkena serbuk tersebut akan keracunan dan sifat rayap yang seperti semut (berkoloni) akan membawa serbuk TERDIS tersebut ke sarang rayap yang mengakibatkan semua rayap akan keracunan termasuk sang ratu rayap.








Cukup simpel sekali membasmi rayap dengan TERDIS obat anti rayap ini, karena anda tidak perlu membutuhkan jasa pembasmi rayap yang harga jasanya berjuta-juta dan anda dapat melakukannya sendiri dengan biaya yang cukup murah sekali. Cukup sekali tabur di jalur-jalur rayap, tinggal tunggu 5 - 7 hari rayap akan lenyap sampai ke ratu nya.




Detail cara penggunaan TERDIS Serbuk Pembasmi Rayap :


- Sebelum memakai TERDIS ini, gunakanlah masker & kaos tangan terlebih dahulu (gratis masker & sarung tangan setiap pembelian TERDIS)

- buka tutup botol lalu gunting pucuk botol, bila dirasa lubang kurang besar.

- gunakan TERDIS di area kering ataupun basah, lain dengan serbuk rayap lainnya yang hanya bisa di area kering saja.


- carilah area rayap yang nampak, apalagi diarea yang sudah parah, biasanya sering bunyi kretek-kretek.


- jika kelihatan rayapnya, langsung saja tabur pada rayapnya langsung, agar rayap tersebut dengan cepat memangsa serbuk TERDIS tersebut dan sebagaian membawanya ke pusat rayap yang dihuni ratu rayap.


- taburkan juga dijalur rayap setiap 1 - 2 meter, agar koloni rayap yang melewati jalur tersebut terkena serbuk.


- taburkan juga serbuk anti rayap ini di bagaian jalur rayap dilokasi kayu yang lain, karena biasanya lain lokasi lain juga ratu dari rayap tersebut.


- proses ini akan berlangsung selama 5-7 hari, kayu yang terserang rayap tersebut akan aman karena rayap-rayap serta ratunya sudah lenyap keracunan terkena serbuk tersebut. ratu rayap serta koloni-koloninya akan mati didalam tanah dan rumah anda akan bebas dari rayap.



Harga TERDIS serbuk Pembasmi Rayap ini Hanya :


Rp. 150.000


isi 2 botol @30 gram | free masker & kaos tangan

(belum termasuk ongkos kirim)




Kontak Order :

BBM : 5E328868
WA : 08819567940
SMS : 08819567940




murah bukan?? hanya dengan investasi Rp. 150.000 saja rumah anda sudah bebas rayap

anda tidak perlu lagi memakai jasa pembasmi rayap dengan harga yang sangat mahal sekali

beli sekarang juga sebelum rayap menggerogoti segala perabotan kayu dirumah anda.


Bila anda ragu transaksi dengan kami, anda juga bisa atc langsung di tokopedia

https://www.tokopedia.com/terdis/obat-anti-rayap-serbuk-pembasmi-rayap

Jumat, 16 Januari 2015

Perilaku Makan dari Berbagai Jenis Rayap

Perilaku Makan dari Berbagai Jenis Rayap - Rayap termasuk ke dalam kategori serangga daerah tropika dan juga subtropika. Namun, penyebaran rayap kini cenderung sudah meluas dan merambah ke daerah lain. Di daerah tropika, serangga ini bisa ditemukan mulai dari kawasan pantai hingga daratan dengan ketinggian 3000 meter diatas permukaan laut. Dari perilaku makan rayap, sebenarnya kita dapat menarik kesimpulan bahwa serangga ini termasuk kategori binatang perombak bahan mati yang pada dasarnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup dalam ekosistem manusia.
Rayap adalah konsumen primer dalam rantai makanan dan peranannya sangat penting dalam kelangsungan siklus berbagai unsur penting seperti nitrogen dan karbon. Yang jadi masalah adalah manusia juga termasuk konsumen primer yang membutuhkan hasil-hasil tanaman bukan untuk dimakan saja namun untuk digunakan sebagai bahan pembuatan rumah atau bangunan lain. Hal inilah yang mengakibatkan manusia seolah-olah bersaing dengan rayap dan manusia akan terus berusaha membasminya dengan obat anti rayap atau tindakan khusus lainnya yang diperlukan.

Awalnya banyak kalangan pakar dan peneliti yang merasa heran tentang kemampuan rayap dalam memakan atau menyerap selulosa karena manusia saja tidak dapat mencerna selulosa atau bagian berkayu dari sayuran yang sering dimakan. Sementara itu, rayap dapat melumatkan dan menyerap bagian berkayu (selulosa) dan akibatnya sebagian besar ekskremen hanya akan tersisa lignin-nya saja. Hal ini kemudian menjadi lebih jelas setelah penemuan berbagai protozoa flagellata yang terdapat pada usus bagian belakang rayap yang berperan sebagai simbion untuk melumatkan, mencerna dan menyerap selulosa. Bagi jenis rayap yang tidak memiliki protozoa, maka masih bisa menyerap selulosa dengan bantuan jamur perombak kayu yang biasanya dipelihara dalam sarang koloninya.
Makanan pokok atau makanan utama dari semua jenis rayap pada dasarnya sama yakni kayu atau bahan berselulosa. Namun, perilaku makan dari rayap ternyata bermacam-macam. Hampir seluruh jenis kayu merupakan makanan potensial untuk rayap.  Untuk mencapai bangunan kayu yang terpasang, serangga ini bisa keluar dari sarang kemudian melewati liang atau terowongan kembara yang dibuatnya. Bagi jenis rayap subteran yang biasa bersarang dalam tanah namun bisa mencari makan hingga jauh di atas tanah, maka keadaan yang lembab sangat mutlak diperlukan. Hal ini kemudian menjadi alasan kenapa rayap mampu menyerang lemari dalam 1 malam saja.
Jenis rayap kayu kering tidak membutuhkan air (kelembaban), tidak berhubungan dengan tanah dan tidak membuat liang/terowongan panjang untuk menyerang obyek berbahan kayu. Rayap bersarang dalam kayu, memakan kayu dan jika perlu akan menghabiskannya sehingga akan tersisa lapisan luar kayunya saja. Lapisan luar ini sangat tipis sehingga jika ditekan dengan jari maka sama seperti menekan kotak kertas.  Ada pula jenis rayap yang memakan kayu dan masih bersarang pada batang atau dahan pohon. Rayap Neotermes tectonae dapat menimbulkan kerusakan berupa pembengkakan atau gembol yang kemudian menyebabkan kematian pada sebuah pohon jati.




Rayap dikenal memiliki karakter trofalaksis atau kerumunan rayap yang terintegrasi. Rayap muda yang baru saja menetas dari telur awalnya tidak memiliki protozoa untuk mencerna dan menyerap selulosa. Hal ini juga berlaku bagi setiap rayap yang baru saja berganti kulit. Rayap yang telah berganti kulit ini kemudian akan diberi "re-infeksi" protozoa oleh para rayap pekerja melalui trofalaksis. Trofalaksis merupakan perilaku berkerumunnya rayap diantara anggota-anggota koloni dan biasanya dengan saling menjilati mulut dan anus. Dengan perilaku seperti ini, maka protozoa pun dapat ditularkan kepada rayap-rayap  yang memerlukannya.

Kamis, 08 Januari 2015

Pengenalan Seputar Koloni Rayap

Pengenalan Seputar Koloni Rayap - Jika menilik dengan seksama kehidupan rayap, maka kita tidak akan menjumpai seekor rayap yang mengembara atau berkeliaran sendirian seperti halnya kupu-kupu yang terbang sendiri atau kumbang yang sedang makan sendirian. Rayap adalah jenis serangga sosial dan hanya bisa hidup dalam kelompok atau masyarakat yang lebih dikenal dengan sebutan koloni. Tanpa diberi racun atau obat anti rayap, serangga ini akan mati dengan sendirinya jika dipisahkan atau dikeluarkan dari sarang koloni. Mengeluarkan atau memisahkan rayap dari sarang koloninya, maka sama saja dengan membunuhnya. Rayap hanya dapat bertahan hidup jika masih berada dalam koloninya. Hal ini disebabkan terdapat berbagai bahan dan proses di dalam koloni yang diperlukan oleh semua rayap untuk menjamin dan mempertahankan kelangsungan hidupnya.




Hal ini bisa diibaratkan dengan seseorang yang sedang menderita penyakit dan seumur hidupnya harus selalu mengkonsumsi obat pada waktu-waktu tertentu. Dan diumpamakan obat tersebut tidak bisa dibawa ke mana-mana dan hanya bisa disimpan di rumah. Orang yang sedang sakit tersebut hanya bisa bertahan hidup jika rumahnya “diperpanjang” dengan cara membuat atau menambah lorong-lorong (terowongan) sempit untuk menuju ke sekolah, tempat kerja, pasar dan sebagainya. Lorong-lorong atau terowongan sempit dan tertutup tersebut masih merupakan bagian dari rumahnya dimana orang tersebut bisa memperoleh obat demi mempertahankan hidupnya. Hal ini bisa dengan jelas diamati pada kehidupan rayap jenis subteran. Rayap jenis subteran ini hanya bisa mencapai makanannya dengan cara menambah atau memanjangkan rumahnya dengan lubang atau terowongan kembar.

Jalur-jalur sempit tersebut bisa dilalui sekaligus oleh sekitar 3-4 ekor rayap. Lubang kembara ini biasanya ditutup dengan bahan-bahan tanah sehingga pada dasarnya lubang kembara tersebut masih merupakan bagian dari sarangnya. Dengan lubang-lubang tertutup tersebut maka secara otomatis seluruh ruangan dari sarang dan lubang akan menjadi sangat lembab dan bisa menjamin kehidupan rayap subteran atau rayap tanah. Dalam hubungannya dengan kehidupan koloni rayap, terdapat beberapa istilah utama yaitu polimorfi, feromon, trofalaksis, dan homeostatis. Semua istilah tersebut berkaitan dengan perilaku dari rayap dan koloninya secara keseluruhan.

Feromon merupakan penanda jejak dan juga pendeteksi makanan karena rayap pekerja dan prajurit itu pada dasarnya buta. Mereka akan jalan beriringan atau bisa menemukan objek makanan bukan karena indera penglihatan atau penciuman, akan tetapi karena kemampuan mendeteksi pada rambut-rambut yang tumbuh di bagian antenanya. Bau yang bisa dideteksi oleh rayap berkaitan dengan sifat kimiawi dari feromonnya itu sendiri. Feromon merupakan hormon yang dikeluarkan dari kelenjar endokrin. Feromon berbeda dengan hormon karena feromon akan menyebar ke luar tubuh dan kemudian mempengaruhi rayap lain yang sejenis atau berkasta sama. Untuk bisa mendeteksi jalur yang dilaluinya, rayap yang berada di depan akan mengeluarkan penanda jejak yang keluar dari kelenjar sternum di bagian belakang abdomen. Penanda jejak ini kemudian akan langsung dideteksi oleh rayap yang berada di belakangnya. Sifat kimiawi dari feromon ini sangat erat kaitannya dengan bau makanan (kayu/selulosa) sehingga rayap akan mampu mendeteksi objek makanannya tersebut.

Selain feromon penanda jejak, pengaturan dan perkembangan koloni juga berada dibawah kendali feromon dasar (primer). Contohnya, terhambatnya pertumbuhan neoten pada koloni diakibatkan oleh semacam feromon dasar yang dikeluarkan oleh sanga ratu rayap. Feromon dasar ini berfungsi untuk menghambat diferensiasi kelamin rayap. Setelah ratu mati, maka feromon dasar ini akan hilang sehingga akan segera terbentuk neoten-neoten pengganti ratu rayap. Feromon dasar juga berpengaruh terhadap diferensiasi pembentukan kasta prajurit dan dan kasta pekerja yang dikeluarkan oleh ratu sebagai kasta reproduktif.


Selasa, 06 Januari 2015

Mengenal Aspek Biologis dan Etologis Rayap

Mengenal Aspek Biologis dan Etologis Rayap - Bagi masyarakat yang bergerak dalam bidang pengendalian hama, pengenalan biologis serta perilaku (etologi) rayap merupakan pengetahuan yang sangat penting. Sementara itu, pengenalan dan pengetahuan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat umum untuk menghindari berbagai kerugian ekonomis seperti kerusakana bangunan yang diakibatkan oleh rayap. Dengan demikian, masyarakat bisa melakukan berbagai perlakuan atau tindakan khusus untuk mengendalikan hama perusak ini baik dengan obat anti rayap maupun dengan bahan-bahan alami.

Masyarakat umum sudah memaklumi bahwa rayap merupakan jenis serangga yang sangat merugikan karena perilakunya yang suka merusak kayu atau bangunan. Hal ini sudah sering digambarkan dalam pepatah lama yang berbunyi "bak kayu dimakan rayap". Pepatah ini bermakna deteriorasi, kelemahan atau kehancuran. Pepatah yang lainnya adalah "anai-anai makan di bawah" yang berarti bahwa sedang terjadi kerusakan yang tidak nampak atau tersembunyi. Kedua pepatah tersebut memang diambil dari berbagai aspek biologis dan perilaku rayap yakni kebiasaan rayap yang suka memakan kayu serta habitat dan proses makannya yang cenderung tersembunyi dan tidak terlihat.




Jenis-jenis rayap yang sudah dikenal dan diberi nama di seluruh dunia jumlahnya mencapai 2000 spesies. Dari jummlah tersebut ada sekitar 120 spesies yang merupakan hama perusak. Di Indonesia sendiri terdapat 200 spesies rayap dan sekitar 20 spesies yang telah diketahui termasuk ke dalam spesies hama perusak kayu dan hama pertanian/hutan. Perilaku rayap sebagai jenis serangga sosial apabila dijelaskan secara menyeluruh maka akan membutuhkan pembahasan yang sangat panjang baik itu dari perilaku makan, pembuatan sarang, tehnik penyerangan, sistem berkomunikasi, peranan feromon dan berbagai aspek perilaku lain yang pada dasarnya sedikit berbeda dengan jenis serangga-serangga sosial lainnya.

Aspek kemiripan dalam perilaku dan bentuk di antara berbagai jenis rayap juga bisa menimbulkan banyak permasalahan dalam bidang taksonomi rayap. Kondisi ini mengakibatkan adanya beberapa kasus penamaan ganda bagi tiap spesies rayap. Dalam menentukan spesies rayap, para pakar taksonomi selalu mengandalkan ukuran badan dan jumlah ruas antenna yang dimiliki oleh rayap.  Sebagian besar masyarakat kita mengenal jenis serangga ini dengan sebutan rayap. Namun, serangga ini memiliki banyak sebutan lain di berbagai daerah di Indonesia. Di Sumatera misalnya sering digunakan istilah anai-anai, sedangkan di Jawa Barat serangga ini dikenal dengan sebutan rinyuh atau sumpiyuh. Berdasarkan jenisnya, panjang tubuh dari rayap adalah sekitar 4-11 mm dan pada umumnya rayap tanpa sayap memiliki warna keputih-putihan. Dari sinilah kemudian muncul juga sebutan semut putih untuk rayap.

Di antara berbagai jenis rayap yang memang sangat mirip satu sama lain, maka tidak heran jika banyak orang yang agak sulit ketika membedakannya. Jenis rayap yang umum diantaranya adalah rayap kayu kering yang suka menghuni dan memakan kayu kering serta rayap subteran yang koloninya bersarang dalam tanah yang lembab dan memiliki ukuran tubuh relatif lebih besar. Penampilan atau bentuk fisik keseluruhan dari rayap memang sangat mirip dengan semut. Namun sebenarnya perbedaannya lumayan banyak bahkan semut termasuk salah satu musuh utama dari serangga perusak kayu ini.

Dari perilaku atau kebiasaan hidupnya, perbedaan utama dari rayap dan semut adalah kebiasaan semut ketika mencari makan yang lebih terbuka dibandingkan dengan rayap. Rayap biasanya akan lebih tertutup ketika mencari makan dan hal ini terbukti dengan kebiasaannya menutup jalur-jalur kembara dengan tanah. Perkembangan hidup dari serangga rayap adalah metamorfosa hemimetabola atau perkembangan secara bertahap. Tahapan tersebut terdiri dari tahap pertumbuhan (stadium) telur, nimfa dan dewasa. Rayap memerlukan kayu sebagai makanan pokok, namun makanan pokok dari semut bukan hanya kayu saja akan tetapi sangat bermacam-macam mulai dari serat sampai gula.

Sabtu, 03 Januari 2015

Kasta Kasta Rayap Dalam Sebuah Koloni

Kasta-Kasta Rayap Dalam Sebuah Koloni - Secara biologis, beberapa pakar menganggap sebuah koloni rayap sebagai supra-organisma yang berarti bahwa koloni itu sendiri dianggap sebagai makhluk hidup. Sementara itu, individu-individu rayap di dalam sebuah koloni hanyalah merupakan bagian dari anggota badan supra-organisma. Perbandingan rayap prajurit dan rayap pekerja dalam suatu koloni biasanya tidak tetap. Koloni yang sedang tumbuh subur mempunyai jumlah rayap pekerja yang sangat banyak dan dengan jumlah rayap prajurit yang tidak banyak. Sebuah koloni yang sedang mengalami banyak gangguan dari semut, maka akan membentuk lebih banyak rayap prajurit untuk mempertahankan sarang. Dalam sebuah koloni terdapat kasta-kasta rayap yang wujudnya berbeda-beda seperti diuraikan berikut ini:

Kasta Reproduktif 
Kasta ini terdiri dari individu seksual atau rayap betina yang akan dibuahi oleh raja dan kemudian bertelur. Dalam satu kali proses perkawinan, rayap betina bisa menghasikan sampai ribuan telur. Selain itu, rayap betina akan menyimpan sperma dalam kantong khusus sehingga tidak memerlukan kopulasi secara berulang-ulang. Bila koloni rayap masih muda, biasanya kasta reproduktif akan memiliki ukuran yang besar. Ratu dan raja merupakan individu pertama yang mendirikan koloni dan pasangan ini disebut reprodukif primer. Jika pasangan ini mati, maka koloni akan membentuk raja dan ratu baru namun dengan ukuran abdomen yang tidak besar seperti ratu asli. Raja dan ratu baru ini disebut reproduktif suplementer (neoten). Jadi misalkan kita telah membunuh raja atau ratu dengan obat anti rayap, maka tidak menjamin bahwa koloni rayap akan langsung punah. Dengan matinya ratu bahkan diduga bisa terbentuk puluhan neoten yang akan menggantikan tugas ratu untuk bertelur. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang menyebabkan sarang terpecah-pecah, maka tiap pecahan sarang tersebut bisa membentuk koloni yang baru.

Kasta Prajurit
Kasta ini terdiri dari rayap yang memiliki bentuk tubuh kekar untuk mempertahankan koloni dari serangan musuh. Rayap prajurit biasanya berjalan hilir mudik di antara rayap pekerja yang sedang mencari dan mengangkut makanan. Jika ada gangguan, maka rayap prajurit akan mengeluarkan suara tertentu sebagai sinyal bagi prajurit-prajurit lain untuk segera menghamipri sumber gangguan dan kemudian berusaha mengatasinya. Bila lubang-lubang kembara diganggu oleh semut, maka rayap prajurit akan bertempur melawan semut-semut pengganggu tersebut meskipun mereka umumnya selalu kalah. Rayap prajurit dilengkapi dengan rahang (mandible) berbentuk gunting untuk menjepit musuhnya. Gigitan rayap prajurit tidak akan mudah terlepas meskipun rayap prajurit akhirnya akan mati setelah menyerang dan menggigit musuh. Mandibel bertipe gunting ini umumnya terdapat pada famili Termitidae. Rayap prajurit jenis Cryptotermes mempunyai bentuk kepala yang menyerupai kepala bulldog. Tugas rayap ini adalah menyumbat semua lubang dalam sarang yang sewaktu-waktu bisa disusupi oleh musuh atau semut. Jenis rayap dari Termitidae seperti Odontotermes, Microtermes, Macrotermes dan  Hospitalitermes memiliki prajurit dua bentuk (dimorf) yaitu prajurit besar dan prajurit kecil.




Kasta Pekerja
Kasta ini biasanya merupakan populasi terbesar dalam sebuah koloni rayap. Tugas rayap pekerja adalah mencari makanan, mengangkut makanan ke sarang, membuat terowongan atau lubang kembara, menyuapi rayap reproduktif dan prajurit serta membersihkan telur-telur. Selain itu, kasta ini bertugas untuk membunuh dan memakan rayap-rayap yang sudah tidak produktif lagi akibat sakit, sudah tua atau malas baik dari kasta reproduktif, kasta prajurit ataupun kasta pekerja sendiri. Dari fakta ini, para pakar rayap beranggapan bahwa kasta pekerjalah yang sebenarnya menjadi raja yang mengatur dan memerintah seluruh aturan dalam sebuah sarang atau koloni. Sifat kanibal akan muncul terutama ketika keadaan sulit seperti kekurangan air atau makanan. Kanibalisme ini berfungsi untuk mempertahankan konservasi dan efisiensi energi serta mengatur keseimbangan kehidupan koloni rayap.


Kamis, 01 Januari 2015

Jenis Jenis Rayap Berdasarkan Lokasi Sarang

lokasi sarang rayap kayu dan tanah


Jenis-Jenis Rayap Berdasarkan Lokasi Sarang - Penggolongan jenis-jenis rayap atau taksonomi rayap dianggap sebagai salah satu misteri di dunia serangga (insekta). Misteri ini didasari oleh sangat tingginya tingkat kemiripan dari jenis-jenis rayap dalam masing-masing familinya. Namun, kita tidak perlu terlalu memusingkan banyaknya jenis-jenis rayap tersebut karena hal terpenting adalah bagaimana cara efektif untuk mengendalikan rayap baik itu menggunakan obat anti rayap maupun bahan-bahan alami tanpa zat kimia. Rayap memiliki kemiripan satu sama lain dalam perilakunya sehingga metode pengendalianya pun bisa digeneralisasir atau disamakan.

Bisa dikatakan bahwa di dunia ini terdapat 3 famili rayap perusak kayu (hama) yakni famili Kalotermitidae, Rhinotermitidae dan Termitidae. Famili Kalotermitidae terdiri dari Neotermes tectonae atau hama perusak pohon jati dan Cryptotermes atau rayap kayu kering. Famili Rhinotermitidae terdiri dari rayap Coptotermes dan Schedorhinotermes, sedangkan yang termasuk famili Termitidae adalah Macrotermes, Odontotermes dan Microtermes. Sebenarnya masih banyak tipe-tipe rayap namun jarang menyerang bangunan seperti Nasutitermes. Rayap ini termasuk ke dalam famili Termitidae dan memiliki “alat tusuk” pada dahinya. Nasutitermes dapat melumpuhkan lawan dengan cara menyemprotkan cairan putih melalui saluran dalam alat tusuknya tersebut. Berdasarkan tempat tinggal, habitat, atau lokasi sarang utamanya, rayap bisa digolongkan dalam tipe-tipe berikut ini :

Rayap Pohon
Jenis-jenis rayap ini bersarang dalam pohon, menyerang pohon yang masih hidup dan tidak berhubungan langsung dengan tanah. Contoh yang paling khas dari jenis rayap ini adalah Neotermes tectonae yang termasuk ke dalam famili Kalotermitidae dan dikenal sebagai perusak hama pohon jati.

Rayap Kayu Lembab
Jenis rayap ini sering menyerang kayu yang sudah mati dan menyukai area yang lembab, sering bersarang dalam kayu dan tidak berhubungan langsung dengan tanah. Contoh rayap kayu lembab adalah tipe-tipe rayap dari genus Glyptotermes dan famili Kalotermitidae.

Rayap Kayu Kering
Yang termasuk jenis rayap ini adalah Cryptotermes dari famili Kalotermitidae. Rayp kayu kering hidup dalam kayu yang mati atau kayu yang sudah kering. Serangga ini umunya sering ditemui pada rumah-rumah dan perabotan kayu seperti kursi, meja dan sebagainya. Tanda invasi atau serangan dari rayap ini adalah adanya butiran ekskremen kecil berwarna cokelat yang berjatuhan pada lantai atau di dekat bangunan kayu yang sudah diserang. Rayap ini tidak berhubungan langsung dengan tanah karena menyukai habitat yang kering.




Rayap Subteran
Rayap ini umumnya hidup dalam tanah yang banyak mengandung bahan kayu yang sudah mati atau bahkan membusuk. Rayap subteran yang paling sering merusak adalah dari famili Rhinotermitidae. Perilaku serangga ini sangat mirip dengan rayap tanah. Rayap subteran seringkali menyerang pohon pinus merkusii dan juga sudah banyak meyebabkan kerusakan yang cukup parah pada bangunan berbahan kayu.


Rayap Tanah
Tipe-tipe rayap tanah yang sering ditemui di Indonesia adalah berasal dari famili Termitidae. Serangga ini sering bersarang di dalam tanah terutama yang berdekatan dengan bahan-bahan organik atau yang mengandung selulosa seperti serash, kayu dan humus. Jenis rayap dari famili Termitidae yang sering menyerang bangunan adalah Macrotermes, Odontotermes dan Microtermes. Jenis-jenis rayap tanah ini termasuk kategori rayap yang sangat ganas dan mampu menyerang objek-objek dengan jarak mencapai 200 meter dari lokasi sarangnya. Untuk bisa mencapai kayu sasarannya, rayap-rayap tanah tersebut bahkan mampu menembus bangunan tembok yang ketebalannya beberapa centimeter. Ketika menembus bangunan temobok yang tebal tersebut, rayap tanah menggunakan bantuan enzim yang berasal dari mulutnya. Macrotermes dan Odontotermes adalah jenis-jenis rayap subteran yang paling sering menyerang bangunan di kawasan perkotaan.